Kediri, 20 Februari 2025 – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Segar di Desa Banyakan, Kabupaten Kediri. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan tambahan pangan yang dilarang serta pentingnya menjaga keamanan pangan di rumah tangga.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, dan dibuka oleh Kepala Desa Banyakan, Inti Wahyuni. Dua narasumber utama dalam acara ini adalah Diyah Kartika Dewi dari Tim Infokom BPOM Kediri, yang memaparkan materi tentang bahan berbahaya dalam pangan dan 5 Kunci Keamanan Pangan, serta Bapak Sudibyo, pengurus PKK Kabupaten Kediri, yang membahas Kemandirian Pangan dari Pekarangan Rumah.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diminta membawa produk segar maupun pangan olahan yang dicurigai mengandung bahan tambahan pangan berbahaya. Shela Nurul Nadia dari Tim Pengujian BPOM Kediri melakukan uji cepat (rapid test kit) terhadap 28 sampel produk pangan. Hasilnya, tiga sampel terbukti mengandung bahan berbahaya, yaitu:
- Kerupuk Sadariah Goreng – Positif Rhodamin B
- Kerupuk Sadariah Mentah – Positif Rhodamin B
- Ikan Asin Balur – Positif Formalin
Menanggapi temuan ini, para narasumber mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih produk pangan serta menghindari penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan. BPOM Kediri juga menegaskan pentingnya edukasi dan pengawasan dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami risiko bahan berbahaya dalam pangan serta menerapkan praktik keamanan pangan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.