Sinergi Balai POM Kediri dan DPR RI: Ribuan Warga Diedukasi Keamanan Obat dan Makanan

12-08-2026 Umum Dilihat 34 kali

Kabupaten Kediri - Upaya melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk yang berisiko terus digencarkan secara proaktif di wilayah Kabupaten Kediri. Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, bersinergi dengan Balai POM di Kediri menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang menargetkan langsung ke akar rumput. Berlangsung selama dua hari pada tanggal 11 hingga 12 Agustus 2026, agenda strategis ini difokuskan di dua titik lokasi, yakni Balai Desa Mojokerep dan Balai Desa Karangtengah, Kabupaten Kediri.

Mengusung semangat pemberdayaan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong edukasi sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya memilih obat dan makanan yang aman. Dalam penyampaian materinya, Pulung Agustanto menekankan bahwa benteng pertahanan utama dari ancaman produk berbahaya, kedaluwarsa, atau ilegal adalah pengetahuan konsumen itu sendiri. Pesan utama yang digaungkan dan menjadi nyawa dari pertemuan ini sangat jelas: masyarakat yang paham, adalah masyarakat yang lebih terlindungi.

Antusiasme warga terlihat nyata dengan hadirnya sekitar 1000 orang peserta yang memadati kedua balai desa tersebut secara bergantian. Di Balai Desa Mojokerep, warga yang hadir diajak berdialog interaktif mengenai bahaya kosmetik bermerkuri, jamu yang mengandung bahan kimia obat, hingga pentingnya ketelitian saat membeli bahan pangan keluarga. Pendekatan langsung ini berhasil membuka wawasan warga yang selama ini mungkin belum sepenuhnya menyadari potensi bahaya di balik produk-produk konsumsi harian.

Momentum positif tersebut terus berlanjut pada pelaksanaan di Balai Desa Karangtengah. Melalui penyampaian yang membumi, masyarakat dibekali dengan cara-cara praktis agar menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk. Sinergi antara wakil rakyat dan BPOM sebagai garda terdepan pengawasan ini menjadi langkah konkret yang sangat krusial dalam memutus mata rantai peredaran produk ilegal dari hulu ke hilir.

Melalui edukasi yang komprehensif ini, diharapkan para peserta dari Desa Mojokerep dan Karangtengah dapat bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka. Pengetahuan yang didapat diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan diteruskan kepada keluarga dan tetangga sekitar. Pada akhirnya, kesadaran dan kemandirian masyarakat Kabupaten Kediri dalam memilih produk yang terjamin keamanannya merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang tak ternilai harganya.

Sarana