Penguatan Kompetensi Inspektur Pangan Dukung Ekspor Rempah Indonesia ke Amerika Serikat

02-07-2026 Umum Dilihat 57 kali

Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengawasan pangan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya menyelenggarakan kegiatan Capacity Building dan Field Simulation Pengawasan Radionuklida bagi Inspektur Pangan dalam Rangka Ekspor ke Amerika Serikat pada tanggal 1–2 Juli 2026 di Aula BBPOM di Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh Pengawas Farmasi dan Makanan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM, termasuk Balai POM di Kediri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Badan POM dalam memperkuat kapasitas inspektur pangan untuk memastikan produk pangan Indonesia, khususnya komoditas rempah-rempah yang diekspor ke Amerika Serikat, memenuhi persyaratan keamanan pangan internasional, termasuk aspek pengawasan kontaminasi radionuklida. Penguatan kompetensi SDM menjadi salah satu strategi BPOM dalam mendukung peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus memberikan jaminan keamanan pangan bagi negara tujuan ekspor.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan mengenai regulasi nasional dan internasional terkait pengawasan radionuklida, mekanisme penerbitan dokumen ekspor, teknik inspeksi berbasis risiko, identifikasi komoditas yang memerlukan pengawasan khusus, serta prosedur verifikasi yang harus diterapkan dalam proses sertifikasi ekspor. Materi tersebut dipadukan dengan field simulation yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan sehingga peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara langsung.

Melalui simulasi tersebut, para inspektur dilatih untuk melakukan pemeriksaan dokumen, verifikasi kesesuaian produk, penilaian terhadap pemenuhan persyaratan ekspor, serta pengambilan keputusan berdasarkan hasil inspeksi. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan konsistensi pelaksanaan pengawasan di seluruh UPT BPOM.

Keikutsertaan Pengawas Farmasi dan Makanan dari Balai POM di Kediri menjadi wujud komitmen dalam meningkatkan kompetensi teknis serta mendukung harmonisasi pelaksanaan pengawasan pangan sesuai standar Badan POM. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya pada pengawasan pangan yang berorientasi ekspor.

Melalui kegiatan capacity building ini, Badan POM terus memperkuat profesionalisme inspektur pangan agar mampu menjawab tantangan perdagangan global, meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap produk pangan Indonesia, serta mendukung kelancaran ekspor komoditas pangan nasional. Upaya penguatan kompetensi ini sejalan dengan komitmen BPOM dalam membangun sistem pengawasan pangan yang efektif, berbasis risiko, dan berstandar internasional.

Sarana