KEDIRI — Keamanan pangan yang beredar di masyarakat selalu berawal dari proses pengujian laboratorium yang andal dan akurat. Menyadari krusialnya tahap tersebut, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kediri terus berupaya memperkuat sistem pengawasan mutu pangan di wilayahnya. Sebagai langkah nyata, Balai POM di Kediri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Verifikasi Metode Pengujian Escherichia coli dan Salmonella sp. pada Pangan, yang berlangsung selama lima hari sejak 7 hingga 11 September 2026.
Kegiatan peningkatan kompetensi ini dipusatkan di Laboratorium Mikrobiologi Balai POM di Kediri dan diikuti secara antusias oleh jajaran staf pengujian. Untuk memastikan transfer ilmu berjalan optimal, Balai POM di Kediri menghadirkan Ibu Riska Irawan, S.Si., selaku narasumber dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM. Sesi pendalaman materi berjalan interaktif, terlihat dari keseriusan para peserta saat menyimak arahan dan mendiskusikan prosedur bersama narasumber di ruang rapat.
Selain pemantapan teori, Bimtek ini menitikberatkan pada praktik verifikasi metode secara langsung di laboratorium dengan standar operasional yang ketat. Para staf pengujian mempraktikkan proses preparasi sampel dengan presisi. Diskusi teknis di meja laboratorium juga terus dilakukan oleh para petugas yang mengenakan alat pelindung diri lengkap untuk menyamakan persepsi terkait tahapan analisis. Pengujian bakteri patogen bawaan pangan memerlukan ketelitian ekstra pada tahap pembiakan dan identifikasi visual. Observasi akhir dari proses inkubasi tersebut menghasilkan pertumbuhan koloni bakteri yang tampak jelas pada permukaan media pembiakan berwarna merah muda, yang menjadi indikator penting dalam analisis mikrobiologi ini.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Bimtek ini dilaporkan berjalan dengan baik, lancar, dan tepat sasaran. Melalui penguatan kompetensi dan pemahaman para petugas pengujian, Balai POM di Kediri menargetkan agar proses pengujian di masa depan dapat dilakukan dengan semakin tepat dan andal. Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu mendukung efektivitas pengawasan pangan secara menyeluruh karena di balik produk pangan yang aman dan bermutu bagi masyarakat, senantiasa terdapat proses pengujian berlapis yang terus dijaga kualitasnya.