Komitmen Balai POM di Kediri dalam Mewujudkan Hasil Uji Laboratorium Kimia yang Andal dan Akurat

16-10-2026 Umum Dilihat 8 kali

KOTA KEDIRI — Penggunaan bahan tambahan pangan, seperti pengawet dan pemanis, dalam berbagai produk makanan sehari-hari memerlukan pengawasan yang ketat agar selalu sesuai dengan ketentuan batas aman. Untuk memastikan kepatuhan tersebut, pengujian laboratorium yang akurat dan andal menjadi garda terdepan dalam sistem pengawasan. Menyadari peran krusial ini, Balai Pengawas Obat dan Makanan di Kediri terus berupaya memperkuat jaminan mutu keamanan pangan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di fasilitas pengujiannya.

Sebagai langkah nyata, Balai POM di Kediri menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Verifikasi Metode Analisis Penetapan Kadar Asam Benzoat, Asam Sorbat, dan Sakarin dalam Makanan menggunakan instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Kegiatan yang berlangsung pada 12 hingga 16 Oktober 2026 ini diselenggarakan di Balai POM di Kediri. Guna memastikan transfer ilmu yang maksimal, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan POM, Ibu Septiana Nofiyanti, S.Si., yang memandu sesi diskusi teknis secara interaktif.

Selain pemantapan teori di ruang rapat, fokus utama Bimtek ini adalah praktik aplikasi metode secara langsung di laboratorium. Analisis bahan tambahan pangan menuntut tingkat ketelitian yang sangat tinggi, terutama pada tahap preparasi sampel sebelum diinjeksikan ke dalam instrumen KCKT. Di meja kerja laboratorium, berbagai peralatan presisi seperti labu ukur gelap, erlenmeyer, corong penyaring, hingga larutan standar tampak telah disiapkan dan ditata secara sistematis untuk mendukung proses ekstraksi yang optimal.

Pada tahap pelaksanaan uji, kedisiplinan dan keahlian praktis personil benar-benar diasah. Para petugas analisis bekerja dengan saksama dengan tetap mematuhi standar keselamatan laboratorium, lengkap dengan balutan jas laboratorium, masker, dan sarung tangan pelindung saat mengukur serta memindahkan cairan analit menggunakan mikropipet. Ketepatan pengukuran volume pada tahap krusial inilah yang akan sangat menentukan validitas dan keandalan data yang dihasilkan oleh instrumen KCKT nantinya.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut berjalan dengan sangat baik dan lancar. Melalui bimbingan teknis ini, pemahaman dan keterampilan teknis petugas laboratorium diharapkan semakin baik dan terstandardisasi. Peningkatan kompetensi berkelanjutan ini menjadi wujud nyata langkah proaktif Balai POM di Kediri dalam mendukung pengawasan pangan yang lebih efektif, demi melindungi masyarakat dan mewujudkan peredaran produk yang senantiasa aman dan bermutu.

Sarana