Trenggalek – Balai POM di Kediri bersama Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sarana Pelayanan Kefarmasian dengan tema Antimicrobial Resistance (AMR) dan Upaya Penanggulangannya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 22–23 September 2025 di Aula Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek.
Bimtek ini diikuti oleh 70 peserta, masing-masing 35 peserta di hari pertama dan 35 peserta di hari kedua dengan peserta yang berbeda. Peserta terdiri dari tenaga kefarmasian dari Apotek dan Toko Obat di Kabupaten Trenggalek.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap sarana pelayanan kefarmasian, terutama dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba.
Balai POM di Kediri juga menegaskan pentingnya peran tenaga kefarmasian dalam mengendalikan penggunaan obat secara rasional, sehingga risiko resistensi dapat diminimalisasi. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan BPOM menjadi kunci dalam memastikan pelayanan kefarmasian yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para tenaga kefarmasian di Kabupaten Trenggalek semakin memahami strategi pencegahan dan penanggulangan AMR serta dapat menerapkannya dalam praktik pelayanan sehari-hari.